My di gital portofolio:PKKMB unusa hari 1
My di gital portofolio:PPKMB unusa hari 1
Penugasan PKKMB Universitas Nahdhatul Ulama Surabaya unusa(Resume Materi PKKMB) Hari Pertama
*Materi 4:
Berfikir kreatif dan Berani gagal
Dr Pulung siswantara .SKM.M.KES
Kita harus kreatif dan kritis karena tuntutan zaman bahwa besok harus lebih baik dari hari ini dan hari ini dari kemaren, bagaimana kalau tidak mampu maka dari itu kita harus memiliki jiwa tangguh dan yakin bahwa kita tidak akan gagal
Jika kita tidak mampu beradaptasi dan meningkatkan diri, maka kita akan tertinggal. Oleh karena itu, kreativitas dan sikap kritis menjadi bekal penting agar mampu mencari solusi baru, ide-ide segar, dan cara pandang berbeda dalam menyelesaikan masalah.
Selain itu, kegagalan adalah hal yang wajar dalam proses belajar. Justru kegagalan bisa menjadi jalan menuju keberhasilan jika kita punya mental tangguh dan tidak mudah menyerah. Keyakinan bahwa kita bisa bangkit kembali sangat penting agar kegagalan tidak menghentikan langkah kita.
Singkatnya, berpikir kreatif, berani mengambil risiko, dan memiliki jiwa yang tangguh akan membuat kita mampu bertahan serta terus maju meski menghadapi kesulitan.
*Materi 1:
Prof. Yudi Latif, MA.,
Tema;kehidupan berbangsa, Bernegara, Jati Diri, Dan Pembinaaan Kesadaran Bela Negara
Kita memiliki peran strategis sebagai penjaga nurani bangsa—mengawal hak-hak rakyat kecil dan menjaga arah pembangunan tetap berada di jalur kebaikan. Para pemimpin besar negeri ini pun banyak lahir dari rahim gerakan mahasiswa yang kritis dan idealis.
Namun, perjuangan itu harus tetap berpijak pada etika, visi kebangsaan, dan tidak boleh mengorbankan prinsip-prinsip dasar negara. Kritik dan aksi mahasiswa harus membedakan antara idealisme intelektual dan tindakan destruktif. Barbarisme bukanlah jalan perubahan. Justru, disinilah kecerdasan moral dan intelektual mahasiswa diuji: bagaimana bersuara lantang tanpa merusak, bagaimana menekan kebijakan tanpa membakar jembatan bangsa.
Materi 2
Erisandy Yudhistira
Priority Banking Manager Bank Mandiri
Tema: Penguatan Literasi Keuangan Dan Kesejahteraan Mahasiswa
Literasi keuangan bukan lagi keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar, terutama bagi mahasiswa. Mahasiswa sebagai generasi produktif harus dibekali pemahaman yang kuat mengenai cara mengelola keuangan secara bijak. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang belum memiliki kesadaran pentingnya perencanaan finansial sejak dini. Pengeluaran yang tidak terkontrol, gaya hidup konsumtif, hingga terjebak dalam utang pinjaman online menjadi masalah yang makin marak.
Literasi keuangan adalah kemampuan memahami, mengelola, dan merencanakan keuangan secara sehat dan bertanggung jawab. Dengan literasi keuangan yang baik, mahasiswa dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Mereka juga akan lebih peka terhadap pentingnya menabung, berinvestasi, serta menghindari perilaku impulsif dalam pengeluaran. Tidak hanya untuk kebutuhan sekarang, tetapi juga untuk persiapan masa depan.
Penguatan literasi keuangan tidak harus menunggu masuk dunia kerja. Justru masa kuliah adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat. Dengan pendapatan terbatas, mahasiswa bisa belajar menyusun anggaran, mencatat pengeluaran, dan menabung secara rutin. Kesejahteraan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga oleh kecerdasan mereka dalam mengelola sumber daya yang ada.
Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir keuangan mahasiswa. Melalui seminar, pelatihan, atau bahkan integrasi dalam kurikulum, literasi keuangan bisa ditanamkan sejak awal perkuliahan. Mahasiswa yang paham literasi keuangan cenderung lebih mandiri, tidak mudah panik saat menghadapi kondisi darurat, dan mampu mengambil keputusan finansial yang rasional.
Materi 5
Hari Priantoro, S.E
BNN Provinsi Jawa Timur
Tema: Mahasiswa Bebas Narkoba menuju Generasi Sukses yang Rahmatan lil 'alamin
Indonesia kini tengah menghadapi ancaman serius dalam hal peredaran narkoba yang semakin meluas dan kompleks. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan garis pantai yang sangat panjang menjadikannya sasaran empuk bagi sindikat narkotika internasional. Jumlah pelabuhan tidak resmi yang tersebar di berbagai wilayah memperbesar celah masuknya barang haram ini ke tanah air. Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki pasar yang sangat potensial dengan populasi lebih dari 278 juta jiwa, menjadikannya target utama distribusi narkoba dari luar negeri, khususnya dari Myanmar dan Tiongkok.
Faktor ekonomi menjadi pemicu utama, karena harga jual narkoba di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan di negara asalnya. Hal ini menyebabkan maraknya penyelundupan sabu, ekstasi, dan jenis narkotika lainnya. Sayangnya, daya serap pasar di dalam negeri tetap tinggi karena masih banyak pengguna, terutama dari kalangan muda dan produktif. Bahkan, berdasarkan data tahun 2023, hampir 78% penghuni lembaga pemasyarakatan di Indonesia merupakan pelaku kasus narkotika.
Kondisi ini mencerminkan betapa masifnya penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Ironisnya, penindakan yang dilakukan oleh BNN dan aparat penegak hukum belum menunjukkan dampak signifikan dalam menekan angka pengguna dan pengedar. Oleh karena itu, upaya penanganan narkoba tidak bisa hanya dilakukan secara represif, tetapi juga harus dimulai dari pencegahan. Mahasiswa sebagai generasi intelektual dan agen perubahan harus menjadi garda terdepan dalam melawan penyalahgunaan narkoba.
Salah satu langkah penting adalah dengan membangun ketahanan diri dan kesadaran kolektif bahwa narkoba merusak masa depan. Jika tidak ada permintaan, maka suplai pun akan berhenti dengan sendirinya. Kampus harus menjadi zona bebas narkoba dan tempat bertumbuhnya budaya sehat dan produktif. Mahasiswa juga harus memahami bahwa narkotika sebenarnya memiliki manfaat medis, namun hanya jika digunakan sesuai dosis dan pengawasan ketat tenaga medis.
Kunjungi juga blog teman saya:viril
Fakultas kesehatan saya;Fakultas kesehatan

Komentar
Posting Komentar